Proses pembelajaran meliputi tiga aspek yaitu: kognitif, afektif dan psikomotorik. Kognitif dicapai lewat materi kuliah yang merangsang daya nalar, yang membuat mahasiswa dapat mengkonstruksi pengetahuan sendiri. Afektif dicapai lewat studentcenteredlearning, mahasiswa diaktifkan dan dosen membantu mahasiswa belajar dengan menyiapkan strategi pembelajaran sehingga mahasiswa tertarik, senang dan berminat belajar lebih dalam. Psikomotorik dicapai melalui tugas, kuis, dan pekerjaan rumah.

1.  MONITORING PEMBELAJARAN

Monitoring materi pembelajaran dilakukan lewat presensi dosen yang di pantau oleh bagian akademik fakultas dan tim pemantau dari rektorat serta yayasan. Dosen di wajibkan setiap hari mengisi presensi fakultas yang disesuaikan dengan pantauan rektorat dan yayasan.

Untuk memonitor proses belajar-mengajar, fakultas memiliki Unit tim jaminan mutu fakultas yang bertugas sebagai Koordinator yang beranggotakan tim jaminan mutu prodi. Kordinator memonitor materi kuliah yang diberikan oleh dosen dan memeriksa kesesuaian dengan silabus dan satuan acara perkuliahan, memonitor distribusi nilai yang diberikan dosen, memonitor kehadiran dosen saat memberikan perkuliahan serta durasi waktu perkuliahan, memonitor sol ujian, memberikan usulan tindak lanjut atas hasil kuesioner evaluasi proses belajar mengajar, memberikan usulan tindak lanjut atas keluhan yang disampaikan mahasiswa terkait dengan proses belajar mengajar.

2.  EVALUASI PROSES PEMBELAJARAN

Setiap akhir semester tim jaminan mutu fakultas melalui prodi membagikan angket mengenai evaluasi belajar mengajar selama satu semester kepada mahasiswa yang kemudian akan direkap oleh tim penjaminan mutu universitas sebagai acuan untuk meningkatkan profesionalitas tenaga pendidik. Hasil evaluasi ini dibahas oleh prodi bersama tim penjaminan mutu prodi. Tim penjaminan mutu juga memantau proses pembelajaran dan memeriksa kesesusaian dengan silabus. Fakultas menyampaikan secara global hasil evaluasi yang dilakukan oleh tim penjaminan mutu tingkat fakultas. Prodi bersama penjaminan mutu akan meminta klarifikasi dan memberikan masukan secara langsung kepada dosen yang melakukan ketidaksesuaian dalam menjalankan proses belajar mengajar.

Dalam evaluasi perkuliahan, Fakultas berperan akan kelancaran dan kelayakan nilai ujian. Fakultas memantau dan menjamin keluarnya pengumuman nilai Mata Kuliah sebelum pelaksanaan program Remedi sehingga memberikan peluang kepada mahasiswa untuk memperbaiki kompetensinya untuk meningkatkan nilai. Semua nilai remedi harus sudah selesai pengisian Kartu Rencana Studi untuk semester berikutnya.

Evaluasi Pembelajaran dilakukan terpusat oleh Badan Pengembangan dan Peningkatan Mutu Akademik. Setelah hasil evaluasi tersebut dianalisis, Fakultas akan mengetahui hasil kualitas pembelajaran utnuk masing-masing Mata Kuliah, kualitas para dosennya dan kepuasan para mahasiswa terhadap proses belajar mengajar MK tersebut.

Secara garis besar, dalam hal pelaksanaan pembelajaran ini, Fakultas pada dasarnya memfasilitasi sarana prasarana dalam pelaksaan monitoring dan evaluasi proses pembelajaran untuk masing-masing Program Studi.

  • Proses evaluasi pembelajaran dapat dimulai dari masing-masing Mata Kuliah yang dilakukan oleh Prodi masing-masing.
  • Kesesuaian silabus dan SAP tiap MK dapat dimonitor melalui isian presensi dosen, apakah pokok materi kuliah yang diberikan, tugas yang harus diselesaikan oleh mahasiswa, apakah sudah sesuai dengan silabus dan kompetensi MK tersebut.

Evaluasi proses belajar mengajar dilakukan dengan menggunakan standar isian dari Unit Penjaminan Mutu yang dilakukan setiap akhir semester melalui mahasiswa. Dari evaluasi ini dapat diambil manfaat sebagai dasar evaluasi diri, baik untuk dosen yang bersangkutan, Program Studi, Fakultas, maupun Universitas dan perencanaan tindakan perbaikan dalam pengelolaan proses pembelajaran.