Standar Mutu

Pelaksanaan penjaminan mutu pada program studi, dilakukan oleh Unit Jaminan Mutu (UJM) pada tingkat jurusan, yang bertanggung jawab pada proses pengelolaan mutu internal pada tingkat jurusan maupun program studi. UJM di tingkat jurusan bertugas sebagai auditor internal yang mengaudit pengelolaan akademik yang dilaksanakan oleh Program Studi.

Ketua Jurusan/Program Studi bertanggung jawab atas tersusunnya : 1). Spesifikasi Program Studi (SP), 2). Kompetensi Jurusan, 3). Manual Prosedur (MP) dan 4). Instruksi Kerja (IK) yang sesuai dengan Standar Akademik. Ketua Program Studi juga bertanggung jawab atas terlaksananya:

  1. Proses pembelajaran yang bermutu sesuai dengan SP, MP, IK;
  2. Evaluasi pelaksanaan proses pembelajaran;
  3. Evaluasi hasil proses pembelajaran;
  4. Tindakan perbaikan proses pembelajaran;
  5. Penyempurnaan SP, MP, dan IK secara berkelanjutan.

Keberlanjutan Prodi Sosiologi

Program Studi Sosiologi berupaya terus menerus melakukan sosialisasi, dan memberikan pemahaman terhadap masyarakat akan pentingnya disiplin ilmu Sosiologi, hal ini penting untuk menjamin keberlanjutan jalannya program studi Ilmu Sosiologi.

Disiplin Ilmu Sosiologi berkembang dinamis, sejalan dengan perkembangan globalisasi dewasa ini yang ditandai perkembangan tekhnologi dan informasi serta interaksi antar manusia yang tidak hanya ditingkat lokal, nasional namun juga internasional. Sementara disisi lain masih banyak masyarakat memandang studi sosiologi “ekslusif” hanya milik domain terpusat, karena hanya mempelajari dinamika yang ada pada masyarakat, kelompok dan kelas sosial. Padahal perkembangan studi Sosiologi dewasa ini memunculkan subyek negara (state actors) sebagai pelaksana kekuasaan dan Organisasi Internasional, LSM, perusahan Multinasional (MNCs), kelompok-kelompok minoritas, Pemda, bahkan individu, dianggap sebagai suatu potensi yang mempunyai pengaruh dalam melakukan justifikasi perubahan social. Langkah-langkah konkret yang dilakukan, adalah : Bakti Sosial, Penyuluhan, Seminar dan workshop.

Upaya peningkatan mutu pengelolaan mengacu pada pengadaan hal-hal sebagai berikut :

  • SDM yang berkualitas (bermutu)
  • Sarana dan prasarana perlu ditingkatkan
  • Pemberian reward dan punishment terhadap civitas akademika untuk meningkatkan motivasi kerja dan kualitas pelayanan.

Pada hakekatnya adalah merupakan langkah yang harus dilakukan dan terus dikembangkan oleh jurusan/program studi sosiologi. Oleh karena itu jurusan/program studi harus diberikan kewenangan otonomi akademik yang seluas-luasnya dalam rangka mensinergikan proses pembelajaran dan tuntutan dunia kerja. Misalnya dalam mengimplementasikan kurikulum berbasis kompetensi dalam Proses Belajar Mengajar, pembelajaran dengan 16 kali pertemuan didesain untuk mengasah kreatifitas mahasiswa melalui metode student centre learning, dengan mengoptimalkan praktek, diskusi kelas, analisis kasus, dan seminimal mungkin menggunakan metode ceramah.

Untuk menjamin keberlangsungan program studi sosiologi, kerjasama kemitraan adalah hal yang diperlukan. Program Studi sosiologi membangun kemitraan strategis dengan pihak pemerintah daerah dalam aspek pengembangan sumber daya manusia, dan beberapa lembaga serta perguruan tinggi Secara insidentil, adapun bentuk kemitraan dengan mendatangkan pengajar (dosen tamu) dan praktisi pada kegiatan kuliah umum, seminar dan lain-lain. Kemitraan juga terbangun dengan pihak TIRI Making Integrity dalam program PIEN (Public Integrity Education Network), meski belum ditindaklanjuti dalam bentuk MOU diantaranya melalui workshop, penyusunan policy lab satuan pengajaran MK berbasis integritas, lebih jauh kerjasama ini menghasilkan mata kuliah baru yaitu Sosiologi Korupsi, serta seminar nilai-nilai integritas di PT.

Program studi aktif dalam meng up-date informasi penelitian melalui lembaga penelitian Universitas, demikian sebaliknya pihak lembaga penelitian universitas aktif memberikan informasi kepada program studi. Namun kami menyadari untuk kedepannya masih perlu upaya maksimal untuk mendapatkan dana hibah kompetitif.