Sistem tata pamong berjalan secara efektif melalui mekanisme yang disepakati bersama, serta dapat memelihara dan mengakomodasi semua unsur, fungsi, dan peran dalam program studi. Tata pamong didukung dengan budaya organisasi yang dicerminkan dengan ada dan tegaknya aturan, tata cara pemilihan pimpinan, etika dosen, etika mahasiswa, etika tenaga kependidikan, sistem penghargaan dan sanksi serta pedoman dan prosedur pelayanan (administrasi, perpustakaan, laboratorium, dan studio). Sistem tata pamong (input,  process,  output dan outcomeserta lingkungan eksternal yang menjamin terlaksananya tata pamong yang baik) harus diformulasikan, disosialisasikan, dilaksanakan, dipantau dan dievaluasi dengan peraturan dan prosedur yang jelas.
Uraikan secara ringkas sistem dan pelaksanaan tata pamong di Program Studi untuk membangun sistem tata pamong yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab dan adil.

  1. Kredibel
    Membangun sistem tata pamong yang kredibel, diperlukan sumber daya manusia yang kompeten dibidangnya baik ditingkat struktural, dosen, maupun ditingkat staf. Untuk menjamin kredibilitas maka dosen yang memangku jabatan struktural harus memenuhi persyaratan seperti yang tercantum dalam spesifikasi jabatan. Ketua program studi dipilih secara demokratis oleh semua dosen dalam forum rapat pleno dosen. Selain itu, untuk menjamin regenerasi kepemimpinan, maka jabatan ketua program studi dibatasi dua periode berturut-turut.
  2. Transparan
    Untuk menciptakan sistem yang transparan, rencana-rencana kegiatan dan rancangan kebijakan terlebih dahulu diagendakan rapat jurusan dengan mempertimbangkan saran dan masukan dari civitas akademika untuk diputuskan secara bersama, demikian juga selanjutnya, apa yang akhirnya menjadi kebijakan program studi senantiasa disosialisasikan ke civitas akademika termasuk mahasiswa.
  3. Akuntabel
    Untuk tata pamong yang akuntabel, ditunjukkan dengan Penyusunan Rancangan Anggaran Kerja Tahun (RAKT) yang mengacu pada pedoman  penyusunan program kerja dan tata kelola keuangan berbasis mutu yang dikeluarkan oleh Universitas. RAKT ini kemudian dievaluasi oleh tim Monev yang dibentuk oleh Universitas dan Pelaksanaanya juga dimonitor oleh Tim Monev pada pertengahan dan akhir tahun anggaran kemudian dilaporkan ke Dekan Fakultas.
  4. Bertanggung jawab
    Semua pejabat struktural harus melaksanakan tugasnya dengan bertanggung jawab sesuai dengan penjabaran tugas yang ada. Setiap pejabat struktural akan dinilai oleh atasannya setiap semester. Program studi dalam setiap kegiatan akademik memberikan laporan pertanggungjawaban kepada Dekan. Ketua program studi bertanggungjawab terhadap bekerjanya mekanisme sistem yang
    ada di program studi. Ketua program studi bertanggung jawab terhadap bekerjanya mekanisme sistem yang ada di program studi. Dosen dan mahasiswa juga bertanggungjawab untuk menjaga perilakunya
    dalam aktifitas sehari-hari dikampus. Hal ini diatur dalam kode etik dosen dan mahasiswa. Dalam peraturan tersebut juga tercantum sangsi bagi dosen atau mahasiswa yang melakukan pelanggaran
  5. Adil
    Adapun sistem tata pamong yang adil di program studi dibangun atas dasar profesionalisme kerja. Bagi dosen dan mahasiswa yang melakukan pelanggaran akan mendapatkan sangsi sesuai dengan ketentuan. Hal ini diatur dalam kode etik dosen dan mahasiswa. Peraturan kepegawaian juga mengatur tentang sangsi bagi dosen dan tenaga kependidikan yang melakukan pelanggaran. Sangsi dapat berupa teguran lisan, teguran tertulis, skorsing sampai dengan pemberhentian dengan tidak hormat. Sementara bagi dosen maupun mahasiswa yang berprestasi diberikan penghargaan dalam bentuk sertifikat penghargaan.