Sistem pengelolaan fungsional dan operasional program studi mencakup
planning, organizing,  staffing, leading, controlling dalam kegiatan internal
maupun eksternal.

1. Planning

Dalam pengelolaan jurusan, perencanaan merupakan tahapan awal yang
sangat penting untuk diperhatikan. Perencanaan dimulai dengan menguraikan
tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) pimpinan jurusan, dosen dan tenaga
kependidikan. Dalam perencanaan tingkat fakultas pihak jurusan aktif
memberikan masukan,  saran,  usulan  dan  inventarisasi kebutuhan
pengembangan Jurusan.
Pelaksanaannya mengacu pada Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional tahunan (Renop) serta Rencana Anggaran Belanja (RAB) fakultas
maupun Jurusan. Selain itu, pelaksanaan program-program-program jurusan
didukung oleh Laboratorium melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Program-program tersebut disusun melalui rapat yang melibatkan pimpinan jurusan, pengurus laboratorium, dosen dan mahasiswa.

  1. Perencanaan adalah sesuatu menjembatani antara sasaran yang akan
    dicapai dan kondisi awal
  2. Menentukan beberapa alternatif kegiatan program studi untuk mencapai
    sasaran
  3. Melakukan pengambilan keputusan dalam memilih alternatif kegiatan dari program studi

2. Organizing

Pengorganisasian kegiatan-kegiatan jurusan dalam mencapai visi, misi,
tujuannya dilaksanakan secara sistematis dan senantiasa mengacu pada
peraturan-peraturan seperti Statuta Universitas dan Renstra Universitas,
Fakultas, dan Jurusan serta standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.
Dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut, apabila dibutuhkan jurusan
dapat membentuk satuan tugas atau panitia pelaksana.

  1. Perlunya cara mengatur dan mengalokasikan kegiatan dan sumberdaya agar dapat mencapai sasaran secara efisien
  2. Perlu pengaturan peranan masing-masing anggota pembagian tugas,
    tanggung jawab, dan otoritas
  3. Dibentuklah unit-unit organisasi di tingkat jurusan dan fakultas seperti
    Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) dan Badan
    Eksekutif Mahasiswa (BEM).Program studi hubungan internasional berada dibawah pengelolaan Fakultas
    ISIPOL Universitas Bosowa.

Ketua program studi hubungan internasional merupakan unit pelaksana akademik pada Fakultas ISIPOL Universitas Bosowa, dipimpin oleh seorang ketua program studi yang juga bertindak sebagai ketua jurusan, yang bertanggungjawab kepada dekan.

3. Staffing

Meliputi pengadaan tenaga dosen, jumlah dan kualifikasi yang diperlukan bagi
kegiatan termasuk perekrutan, pelatihan, dan penyeleksian untuk menempati
posisi-posisi dalam suatu lingkup susunan organisasi Universitas.

4. Leading

Dalam menjalankan fungsinya, pimpinan jurusan menerapkan prinsip
partisipatif, transparansi dan akuntabilitas. Prinsip-prinsip tersebut merupakan rujukan bagi pimpinan jurusan dalam pencapaian perwujudan visi, misi dan tujuan Jurusan. Tata kelola jurusan melalui metode ini juga membuka ruang bagi keterlibatan dosen dan tenaga kependidikan secara aktif dalam pelaksanaan program yang telah dicanangkan oleh jurusan. Selain itu, melalui pendekatan dimaksud diterapkan oleh jurusan dalam membangun sinergi dengan mahasiswa dalam berbagai kegiatan tri darma perguruan tinggi.

  1. Mengarahkan dan mempengaruhi sumberdaya manusia dalam organisasi agar mau bekerja sama dengan sukarela untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.
  2. Berkaitan erat dengan motivasi, pelatihan, penyeliaan, koordinasi, dan
    konsultasi dalam ruang lingkup Universitas.
  3. Perlu diperhatikan mengenai gaya kepemimpinan yang hendak diterapkan.

5. Controlling

Pimpinan jurusan melaksanakan pengawasan terhadap dosen dan mahasiswa serta tenaga kependidikan secara berkala. Pengawasan tersebut dilakukan melalui pemantauan langsung atau monitoring terhadap kinerja dosen dan tenaga kependidikan. Adapun hasilnya dievaluasi dalam bentuk survei dengan metode pembagian kuesioner kepada mahasiswa untuk mengetahui indikator mutu kinerja dosen dan tenaga kependidikan. Sedangkan pengawasan terhadap mahasiswa dilakukan melalui pembimbingan akademik, pendampingan kegiatan kemahasiswaan dan melalui absensi perkuliahan.

  1. Menuntun, memantau, mengkaji, dan mengadakan koreksi (jika perlu) agar hasil kegiatan sesuai dengan yang telah ditentukan.
  2. Jika ada penyimpangan segera dilakukan pembetulan.
  3. Pengendalian adalah salah satu upaya untuk memastikan bahwa arus kegiatan dari program belajar mengajar bergerak ke arah sasaran yang dituju.